ASAPMU POLUSI KITA SEMUA

Oleh : Dewi Maharani

Pengawas Madrasah Ogan Ilir


Fenomena asap yang mengepung Sumatera Selatan hingga siswa belajar pun harus daring

 

Fenomena kabut asap yang melanda Sumatera Selatan menjadi permasalahan yang serius dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat, khususnya pada kegiatan pendidikan. Kabut asap ini biasanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan, yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, dan menyebabkan asap tebal menyelimuti wilayah sekitar. 


Asap ini mengandung berbagai bahan berbahaya seperti karbon monoksida, karbon dioksida, dan partikel-partikel kecil yang dapat membahayakan kesehatan manusia, terutama anak-anak dan remaja. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kesehatan, tetapi juga mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar, yang harus dilakukan secara daring karena kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan untuk belajar di luar ruangan maupun di sekolah. Langkah darurat ini diambil pemerintah daerah karena kualitas udara menyentuh level sangat tidak sehat hingga berbahaya, yang memicu lonjakan drastis kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak-anak. 


Di Kota Palembang, kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh atau sekolah daring akibat kabut asap mulai diberlakukan secara resmi pada Rabu, 9 September 2026 untuk tingkat TK, SD, dan SMP sederajat. Untuk jenjang SMA/SMK Sederajat, kebijakannya berada di bawah wewenang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Pada situasi kabut asap ini, sebagian besar SMA di Palembang awalnya menerapkan pengunduran jam masuk sekolah dan pembatasan aktivitas luar ruangan, sebelum akhirnya beberapa sekolah menyesuaikan ke sistem hibrida atau daring secara mandiri tergantung pada tingkat kepekatan asap di wilayah sekolah masing-masing.


Data Kualitas Udara Terkini di Palembang (Oktober 2026) Indeks AQI / ISPU: Menembus rentang 1.000 hingga 1.591 (tergantung titik pantau dan waktu subuh/pagi hari, seperti di wilayah GP Plm dan Bukit Kecil) sedangkan PM2.5: Mencapai kisaran 120 hingga lebih dari 600 µg/m³ (jauh melampaui ambang batas aman harian standar WHO sebesar 15 µg/m³). 


Data tersebut merupakan dampak dari luasnya kebakaran yang terakumulasi periode 1 Januari hingga 8  Oktober 2026 mencapai 7.623,63 hektare berdasarkan data agregat BNPB dan BPBD Sumsel. Peristiwa ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat karena asap yang tebal menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas, udara menjadi tidak bersih, dan mengganggu pernapasan.


Kejadian kabut asap di Sumatera Selatan ini tidak hanya masalah lokal, tetapi juga menunjukkan adanya tantangan besar terkait pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Kebakaran yang berangsung secara berulang menunjukkan lemahnya pengawasan dan regulasi terhadap penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. 


Berbagai upaya seperti penanaman pohon kembali, pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran liar, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan harus terus dilakukan agar kejadian ini tidak terulang secara terus-menerus. Sementara ini Langkah kongkrit yang bisa diakukan hanyalah Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan dini hari saat kabut asap paling pekat. menggunakan masker standar N95 atau KN95 jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, tutup ventilasi, pintu, dan jendela agar asap tidak masuk ke dalam rumah.


Secara keseluruhan,  kabut asap di Sumatera Selatan adalah permasalahan kompleks yang memerlukan penanganan dari berbagai aspek. Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dengan melakukan tindakan preventif dan kuratif terhadap dampak asap. 


Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran liar, dan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan harus terus ditingkatkan. Sementara itu, proses pendidikan harus didukung dengan teknologi dan inovasi agar tetap berjalan lancar meskipun menghadapi tantangan besar dari kondisi lingkungan yang tidak stabil. Dengan kerjasama semua pihak, diharapkan situasi ini dapat segera membaik dan masyarakat dapat hidup sehat serta belajar dengan nyaman dan aman di masa depan.


ASAPMU POLUSI KITA SEMUA ASAPMU POLUSI KITA SEMUA Reviewed by Elzahira News on Kamis, Oktober 08, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar

Theme Support